*Chai Tao dan Hu Chun*
Oleh *Wisnu Anggoro ウイスヌ*
Teacher SMK M Purwodadi,Kabupaten Purworejo,Jawa Tengah,Indonesia.
________
Cerita dari negeri Tiongkok pun sangat menarik di ikuti.Beberapa saat memang suhu atmosfir di Cina berubah menjadi dingin.Tapi aku meyakini beberapa pendekar yang dari tanah air pun sudah sangat cepat menaklukan keadaan.Beberapa sudah meninjau dan menceritakan tentang produksi automotive dalam memproduksi truck Foton Daimler yang memproduksi dengan tingkat kecepatan 1 jam nya memproduksi 7 unit.Berarti 1 hari nya di target bisa memproduksi Truck sekitar 78 unit.Wow iktiyar yang sudah cepat.
Tidak hanya itu semua sudah mencoba tentang dialek-dialek Tiongkok bersama huruf-huruf Cina yang dipelajari.Minimal Ustadz Sumarjo saya yakin sudah bisa menceritakan dengan dialek China dengan menceritakan bahwa daerah Purwodadi itu daerah nya asri dan masih banyak persawahaan dan dekat dengan pantai selatan salah satunya pantai congot.Juga sudah merasakan berbelanja di Xinjian Plaza,di Plaza tersebut menjual perlengkapan muslim seperti hal nya ada sarung,kopyah,baju koko,sorban,tasbeh, mukena dan hijab.Saya kira pasti beliau belanja kopyah dan hijab untuk besok dibagi untuk oleh-oleh para Guru SMK M yang ada di Purwodadi.
Mencoba mengamati kesenian wayang China,semua terhibur,semuanya sangat antusias mendengarkan nya walaupun bahasa pengantar nya pakai bahasa cina yang chas..chis...cus..hus..hus entah apa yang diceritakan tetapi saya yakin Ustadz Sumarjo sangat menyelami dan dengan gaya khas nya senyum-senyum dan manggut-manggut mendengarkan cerita wayang dengan dialek china bak mengetahui ceritanya persis.Wah sama ceritanya ternyata sama wayang ringgit purwo dengan lakon pendowo limo yang ada di Jawa.Berlatih juga merakit wayang China yang diajar oleh anak-anak kecil Cina sana dan bisa jadi rakitan nya wayang tersebut tadi saya sudah dipameri hasil rakitan wayang Cina oleh Ustadz Sumarjo.Saya bilang wah kalau itu dewi Kunti,tapi versi Ustadz Sumarjo bilang nya rakitan wayang nya itu adalah tokoh Putri Huan Cu dari Cina.
Rupanya sangat seru cerita dari negeri tirai bambu yang tiada habis nya.Tadi setelah belajar pewayangan Cina,Ustadz Sumarjo pun sudah lihai menghafal beberapa baju suku yang ada di Cina.Suku muslim di Cina namanya Xianjang,suku Xibe adalah orang Rusia yang menetap di Cina,Suku Salar adalah embrio nya masyarakat muslim yang berada di Cina.Menutup tentang persukuan yang ada di Cina Ustadz Sumarjo menghitung ada 56 total suku pinggiran yang berada di Cina.
Merambah ke pendidikan Ustadz Sumarjo juga mengamati beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Cina.Entah di Cina itu ada PTN perguruan tinggi negeri dan PTS perguruan tinggi swasta seperti hal nya di tanah air Indonesia.Ustadz Sumarjo pun menceritakan bahwa Mahasiswa muslim di Cina yang banyak di kawasan Minzu.Banyak asal Mahasiswa dari Indonesia mayoritas dari daerah Jakarta dan Yogyakarta.Rupa-rupanya beliau juga menawarkan untuk study S1 dan S2 di Minzu Cina.Wah pasti nya sudah teken MOU ini Ustadz Sumarjo hebat juga.Kelak semoga Guru-guru Purwodadi segera di panggil untuk bisa lanjut study di negeri panda Cina.Seraya mengucap Allahuma Amin.
Menutup menggali rasa dari Cina pada hari ini.Saya sudah di pameri juga kehebatan kungfu-kungfu Shaolin.Wah pikiran saya Ustadz Sumarjo sudah ketemu dengan Jackie Chen ini.Wah saya sudah membayangkan bagaimana Ustadz Sumarjo sudah foto selfi dengan aktor Jackie Chen tersebut.Karena tidak seperti biasanya karena Ustadz Sumarjo kalau di Purwodadi hanya bisa melihat adegan ketoprak dengan pemain laga nya di ambil anak-anak dari SMK M Purwodadi,Purworejo yang tergabung dengan tapak suci yang baru saja mengikuti Festival Ketoprak se Kabupaten Purworejo di Gedung Kesenian Sarwo Edi Wibowo Purworejo.
Negeri tirai bambu memang banyak cerita yang sangat seru dan tidak ada habis nya. Terkaget-kaget Ustadz Sumarjo di sana harus terperanggah kecapekan.Karena di Cina sana di batasi dalam menggunakan kendaraan bermotor.Padahal Ustadz Sumarji sudah sangat terbisa menggunakan sepeda motor dari kediamanya walaupun cuman jarak 500 meter sudah sampai di SMK M Purwodadi,Purworejo karena masih satu zona dengan Purwodadi.Tetapi ada saja pasti alesanya Ustadz Sumarjo ketika berangkat kantor hanya jarak 500 meter tapi tetap menggunakan sepeda motor nya pasti jawabanya biar cepat dan gesit untuk melesat.Setidak nya oleh-oleh dari Cina nanti nya beliau menjadi gemar mengayuh sepeda onthel he.he.he.
Negeri yang terkenal dengan hewan panda juga memberlakukan sangat protec dengan internet.Tidak bisa sembarangan dalam menggunakan Wife yang sangat diatur oleh Pemeeintahan Cina.Sempat bingung tidak seperti biasanya Ustadz Sumarjo menggunakan wife seperti host pot yang di SMK M Purwodadi,Kabupaten Purworejo dengan mudah internetnya mudah di akses.Ternyata beda dengan ada di Cina internet disana sangat protec dalam penggunaanya untuk masyarakat yang ada di Cina.
Mendengar cerita-cerita dari Tiongkok memang sangat menawan di hati.Mungkin panjang nya tembok cina belum bisa di ceritakan.Hanya angan-angan yang bisa dilakukan untuk bisa tergerak nya mengikuti jejak 36 para pendekar yang saat ini sudah menjajal di tanah Tiongkok Cina.Wah kabar gembira juga kalau ingin melihat panda _Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca)_ tidak jauh-jauh ke Cina tapi baru saja Indonesia di Kirimi sepasang ekor panda jantan dan betina yang lucu yang bernama Chai tao dan Hu Chan di kirim oleh Pemerintah Rakyat Cina (RRC) langsung di hadiyahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia sebagai simbol diplomasi kedua negara tersebut.Yang ingin melihat nya langsung datang saja di Taman Safari Indonesia di Jakarta. Konon panda adalah merupakan salah satu satwa endemik dan kharismatik yang berasal dari Cina. Warna bulu hitam dan putih serta sifat dasar panda yang lembut, dipercaya layaknya Yin dan Yang dapat membawa kedamaian dan keselarasan dalam hidup bagi rakyat Cina. Biasanya panda di hadiyahkan oleh Pemerintah Rakyat Cina (RRC) sebagai simbol persahabatan dua negara.
___________
_special from china country by_ Ustadz Sumarjo,S.Fil .I (Principal SMK M Purwodadi,Kabupaten Purworejo,Jawa Tengah,Indonesia)_
*Sindurjan,28 September 2017.*
0 komentar:
Post a Comment